Honda telah memulai kembali perjalanan ikoniknya dengan merilis kembali model legendaris, Prelude, setelah absen selama hampir 25 tahun. Dengan hadirnya inovasi terbaru ini, para penggemar otomotif bersemangat menyaksikan evolusi desain dan teknologi yang dibawa oleh mobil ini.
Pada peluncurannya, Honda Prelude diperkenalkan dengan desain yang lebih modern dan berbasis teknologi hibrida, memberikan kombinasi antara gaya dan efisiensi. Namun, kehadirannya di pasar nampaknya tidak berjalan mulus, dan performa penjualannya menjadi perhatian banyak pihak.
Data awal menunjukkan bahwa penjualan coupe ini pada Desember 2025 hanya mencapai 174 unit. Meskipun berhasil meningkat dari angka 30 unit yang terjual pada bulan November, hasil ini masih jauh dari harapan bagi perusahaan.
Evaluasi Penjualan Honda Prelude di Pasar Otomotif
Penjualan Honda Prelude di pasar Amerika Serikat masih tertinggal di belakang para pesaingnya. Subaru BRZ, misalnya, mencatat penjualan 229 unit pada bulan yang sama, menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan Prelude.
Di sisi lain, Toyota Supra juga mencetak angka yang lebih tinggi dengan penjualan 277 unit, sedangkan Toyota GR86 terjual 576 unit meskipun model ini diperkirakan akan segera digantikan. Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi Honda dalam menarik perhatian konsumen di segmen coupe.
Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa Honda Prelude memperoleh sambutan yang minim dari konsumen, terutama jika dibandingkan dengan model lain yang lebih berpengaruh di pasar. Sementara itu, Nissan Z masih menunjukkan stabilitas penjualan yang cukup baik dengan 665 unit terjual pada kuartal keempat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penjualan Prelude di Pasar
Harga yang dipatok untuk Honda Prelude terbilang tinggi, mulai dari US$ 42.000 atau sekitar Rp 703 juta. Selain itu, biaya pengiriman yang mencapai US$ 1.195, atau Rp 20 juta, menambah beban bagi konsumen yang ingin memiliki kendaraan ini.
Faktor harga ini telah menjadi salah satu penghambat yang mempengaruhi daya tarik Prelude di pasar. Konsumen yang mencari mobil coupe biasanya sangat memperhatikan aspek harga, dan jika angkanya tidak kompetitif, bisa jadi mereka beralih ke merek lain.
Selain harga, fitur dan teknologi yang ditawarkan juga menjadi penentu. Meski Prelude telah dilengkapi dengan teknologi hibrida yang menjanjikan, mungkin konsumen mengharapkan lebih dari sebuah coupe sport. Persaingan yang ketat juga menambah kompleksitas dalam keputusan pembelian konsumen.
Perbandingan dengan Model-Model Coupe Lainnya
Bisa dilihat bahwa Subaru BRZ, Toyota Supra, dan Nissan Z memiliki keunggulan masing-masing yang membuat mereka lebih diminati. Desain yang menarik dan performa mesin yang unggul menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta otomotif.
Lebih dari itu, keuntungan dari memiliki merek yang sudah mapan juga berpengaruh signifikan dalam pembelian. Banyak konsumen cenderung memilih kendaraan yang telah terbukti kualitas dan performanya di pasar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Honda dalam membuktikan kemampuan Prelude di klasifikasi ini.
Dengan berbagai pembaruan dan fitur tambahan, Honda harus menemukan cara untuk memposisikan Prelude agar bersaing secara efektif. Stategi pemasaran yang tepat dan penawaran nilai yang menarik akan sangat menentukan keberhasilan model ini ke depannya.
