Honda Motor berencana untuk menunda operasional di beberapa pabrik yang terletak di Tiongkok. Keputusan ini berdampak pada produksi kendaraan, dengan estimasi penundaan hingga 16 Januari 2026 akibat kekurangan chip semikonduktor yang dipasok oleh Nexperia.
Keterlambatan pasokan chip ini tidak hanya memengaruhi Honda, tetapi juga satu unit usaha patungan, GAC Honda Automobile, yang bekerja sama dengan Guangzhou Automobile Group. Hal ini terjadi setelah penutupan pabrik selama lima hari, yang awalnya direncanakan untuk dibuka kembali pada 5 Januari 2026, namun harus diundur lagi menjadi 19 Januari 2026.
Di sisi lain, dimenangkan oleh Dongfeng Motor, perusahaan patungan lain masih dapat melanjutkan produksi. Namun, Honda juga menghadapi tantangan dengan penghentian operasi di dua pabrik yang berlokasi di Jepang.
Pabrik-pabrik tersebut termasuk yang menghasilkan model-model populer seperti mini N-Box yang berada di Suzuka, serta pabrik Yori di Saitama. Penghentian ini mengindikasikan krisis yang lebih luas tergantung pada pasokan komponen penting.
Masalah pengiriman dari Nexperia telah mempertegas ketergantungan Honda terhadap pemasok semikonduktor untuk banyak komponen. Akibatnya, Honda mengumumkan pengurangan produksi di sejumlah model utama, khususnya di pasar Amerika Utara, sejak Oktober 2025.
Hal ini memperkirakan kerugian mencapai 958 juta USD atau sekitar Rp 16 triliun pada laba operasional untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026. Di samping itu, dampak dari pengurangan produksi ini belum terhitung dalam laporan pendapatan perusahaan.
Honda tengah mencari opsi alternatif untuk memperkuat rantai pasokan dan mempertahankan stabilitas operasional di pabrik. Langkah ini dianggap mendesak agar perusahaan tetap dapat beroperasi dengan optimal di tengah tantangan yang ada.
Pengaruh Ketergantungan Terhadap Nexperia pada Rantai Pasokan
Salah satu faktor yang memicu masalah ini adalah ketergantungan yang tinggi dari Honda terhadap chip semikonduktor yang diproduksi oleh Nexperia. Ketika pengiriman chip terganggu, dampaknya langsung terasa di lini produksi dan pada beragam model kendaraan yang tengah mereka luncurkan.
Ketergantungan ini menjadi perhatian utama bagi banyak produsen mobil global, terutama di era di mana teknologi dan inovasi semakin mengandalkan perangkat elektronik. Munculnya masalah pasokan semikonduktor telah memunculkan serangkaian tantangan yang rumit bagi industri otomotif.
Tidak jarang, produsen terpaksa mencari solusi alternatif untuk menjaga operasi mereka tetap berjalan. Namun, dalam kasus Honda, situasi ini menunjukkan seberapa besar implikasi yang dapat terjadi ketika pasokan komponen vital terhenti tanpa peringatan.
Pentingnya diversifikasi sumber pasokan menjadi semakin jelas, dan ke depan, Honda mungkin perlu mempertimbangkan strategi pengadaan yang lebih fleksibel. Ini termasuk tidak hanya menjalin hubungan lebih dari satu pemasok tetapi juga mengembangkan capability kapasitas produksi internal.
Dengan melakukan ini, Honda bisa mengurangi risiko yang muncul dari ketergantungan pada satu sumber tertentu. Para analis juga menggarisbawahi bahwa ke depan, perusahaan akan lebih berhati-hati dalam pengelolaan rantai pasokan, terutama dalam industri yang sangat dinamis ini.
Strategi Honda untuk Mempertahankan Produksi di Masa Depan
Dalam menghadapi tantangan ini, Honda tidak tinggal diam. Perusahaan telah mulai mencari alternatif untuk mempertahankan produksi di pabrik dan menyesuaikan strategi bisnis agar tetap berdaya saing. Menyusun rencana jangka panjang menjadi hal yang penting untuk mengatasi krisis ini.
Salah satu langkah yang diambil adalah memperkuat komunikasi dengan pemasok agar pasokan chip dapat dipastikan dan tidak terputus. Dengan memiliki hubungan yang lebih kuat, Honda berharap dapat mengantisipasi kendala yang mungkin muncul di masa depan.
Selain itu, Honda juga memprioritaskan investasi dalam teknologi baru dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi produksi. Ini bisa mencakup otomatisasi proses yang mengurangi ketergantungan pada komponen tertentu dalam sistem produksi.
Melalui inovasi dan efisiensi, Honda berharap dapat menyesuaikan diri dengan perubahan pasar dan tetap dapat memenuhi permintaan konsumen yang terus berkembang. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing di pasar internasional yang semakin ketat.
Honda berkomitmen untuk menggali potensi produksi dan menjadi lebih resilien sehingga kapan pun masalah terjadi, mereka bisa cepat beradaptasi dan merespons dengan solusi yang tepat.
Respon Pasar terhadap Isu Produksi Honda dan Proyeksi Ke Depan
Reaksi pasar terhadap pengumuman pengurangan produksi ini cukup signifikan. Investor dan pengamat industri menunjukkan perhatian yang besar terhadap dampak jangka panjang dari masalah ini terhadap profitabilitas Honda dan posisinya di pasar otomotif global.
Kekhawatiran ini tidak terbatas pada produksi kendaraan, tetapi juga mencakup pembangunan relasi dengan konsumen. Honda perlu menjaga reputasi baik yang sudah dibangun selama bertahun-tahun agar tidak kehilangan pangsa pasar terhadap kompetitor.
Proyeksi untuk kuartal mendatang menunjukkan bahwa Honda mungkin harus menghadapi tantangan berat. Hal ini akan tergantung pada seberapa cepat mereka dapat merespons masalah rantai pasokan dan memastikan kesinambungan produksi.
Pakar industri berpendapat bahwa keberlanjutan pertumbuhan Honda di pasar global akan sangat bergantung pada kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan cepat dan menemukan solusi komunikasi yang efektif dengan pemasok. Jika pendekatan ini berhasil, Honda dapat bangkit kembali lebih kuat dari sebelumnya.
Sangat penting bagi Honda untuk tetap optimis, tetapi kesiapan menghadapi segala kemungkinan juga harus dipersiapkan. Ke depan, peningkatan kolaborasi dan inovasi akan menjadi kunci untuk mempertahankan relevansi di industri yang terus berubah.
