Proyek infrastruktur kabel bawah laut yang ambisius ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jaringan, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan legalitas. Dengan mempertimbangkan peraturan yang ketat, proyek ini dirancang untuk memberikan kontribusi positif bagi konektivitas digital di wilayahnya.
Keamanan proyek ini sangat diperhatikan, terutama dalam menghadapi risiko yang mungkin muncul akibat aktivitas pemancingan atau pelayaran di sekitar rute kabel. Chief Operating Officer PT Ketrosden Triasmitra Tbk, Dani Samsul Ependi, menjelaskan bahwa penanaman kabel dilakukan dengan kedalaman yang optimal untuk mengurangi kemungkinan kerusakan.
“Dengan teknologi repeater yang inovatif dan desain compact, kami memastikan bahwa proses penanaman kabel berlangsung efisien dan efektif,” tambah Dani. Ini adalah langkah penting dalam menjamin keberlanjutan dan integritas dari infrastruktur kabel tersebut.
Rincian Proyek Kabel Bawah Laut Panjang dan Strategis
Proyek ini memiliki panjang total mencapai 1.128 kilometer yang dibagi menjadi dua segmen utama. Segmen pertama, yang menghubungkan Jakarta dan Batam sepanjang 1.053,5 kilometer, dibangun secara mandiri oleh Triasmitra.
Segmen kedua, dari Batam menuju Singapura, memiliki panjang sekitar 75 kilometer dan merupakan hasil kolaborasi antara Triasmitra dan Moratelindo. Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat koneksi antara dua negara dan meningkatkan akses internet yang lebih cepat dan stabil.
Di sisi infrastruktur, landing station atau stasiun pendaratan kabel dibangun sesuai dengan standar tinggi untuk menjamin operasional yang baik. Salah satu lokasi stasiun pendaratan berada di Tanjung Pakis, Karawang, yang dilengkapi dengan sertifikasi Design Tier 3.
Pentingnya Sertifikasi dan Standar di Setiap Titik Pendaratan
Stasiun pendaratan di Tanjung Pakis memiliki dukungan daya awal sebesar 800 kW, yang dapat dikembangkan hingga 1,6 MW. Hal ini memastikan kapasitas yang cukup untuk mendukung kebutuhan infrastruktur digital yang terus berkembang.
Di Batam, titik pendaratan di Tanjung Bemban didukung daya listrik yang lebih besar, yaitu sekitar 2,5 MW. Stasiun ini juga telah memenuhi berbagai sertifikasi ISO, termasuk di bidang manajemen mutu dan keamanan informasi, memberikan jaminan ekstra akan kualitas layanan yang disediakan.
Untuk wilayah Singapura, kabel akan mendarat di North Changi 1A, yang merupakan lokasi strategis untuk mendukung konektivitas regional. Keseluruhan sistem ini dibangun dengan tujuan memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat akan layanan internet yang cepat dan handal.
Dampak Jangka Panjang bagi Konektivitas Digital
Dengan keberadaan proyek ini, diharapkan konektivitas internet di kawasan ini dapat ditingkatkan secara signifikan. Masyarakat dan bisnis akan mendapatkan akses yang lebih baik ke layanan digital, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, peningkatan kapasitas jaringan juga akan berkontribusi pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang lebih luas. Hal ini diharapkan akan menciptakan peluang baru di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan e-commerce.
Dengan adanya proyek kabel bawah laut yang modern ini, diharapkan makin banyak inovasi di bidang digital yang dapat terwujud. Infrastruktur yang baik akan menjadi fondasi bagi berbagai perkembangan yang lebih jauh ke depan.
